JAKARTA — Grup Sampoerna Strategic melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Sampoerna Agro Tbk kepada AGPA Pte. Ltd., entitas di bawah POSCO International Corporation.
Saham yang ditransaksikan mencapai 65,72 persen. Kesepakatan ini menandai berakhirnya keterlibatan panjang Sampoerna di bisnis sawit, sekaligus membuka tahap baru bagi ekspansi agribisnis POSCO.
Presiden Direktur Grup Sampoerna, Bambang Sulistyo, menyebut pemilihan POSCO dilakukan setelah melalui proses panjang.
“Kami bersyukur telah menemukan rumah baru bagi SGRO. Kami yakin pemilik baru dapat membawa perseroan tumbuh lebih kuat,” ujarnya dalam pernyataan di Jakarta.
Bambang mengatakan sejumlah investor, lokal maupun global, sebenarnya menunjukkan minat pada industri sawit Indonesia.
Namun, POSCO dinilai paling sejalan untuk melanjutkan tren kinerja positif SGRO.
Ia juga menegaskan Sampoerna Strategic tetap fokus pada lini-lini bisnis lainnya—mulai dari sektor finansial, kayu, properti, hingga pendidikan melalui Putera Sampoerna Foundation.
POSCO International, bagian dari konglomerasi POSCO Group asal Korea Selatan, memandang akuisisi ini sebagai strategi memperkuat rantai pasok minyak sawit global, terutama untuk pengembangan biofuel.
Dalam laporan keuangan yang dirilis, POSCO menyebut nilai transaksi mencapai 1,3 triliun won, atau sekitar Rp14,8 triliun.
Dengan masuknya Sampoerna Agro, POSCO menambah 128 ribu hektare lahan sawit ke dalam portofolio bisnis agronya di Indonesia, sehingga total luas operasionalnya naik menjadi sekitar 150 ribu hektare.
Sebelumnya, perusahaan ini telah mengelola perkebunan dan tiga pabrik pengolahan sawit di Papua sejak 2011, serta fasilitas penyulingan besar di Balikpapan.
Sampoerna Agro sendiri mencatat kinerja impresif pada semester I 2025.
Laba bersih melonjak 236 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, sementara penjualan tumbuh lebih dari 45 persen.
Lonjakan ini terjadi saat Indonesia mempertahankan posisi dominan sebagai produsen sawit dunia, dengan kontribusi sekitar 60 persen produksi global.
Dalam transaksi tersebut, Twinwood Family Holdings menunjuk Deutsche Bank sebagai penasihat keuangan eksklusif.
Sementara aspek hukum ditangani oleh Baker McKenzie dan afiliasinya di Singapura serta Indonesia.
Dengan selesainya akuisisi ini, Sampoerna Strategic membuka babak baru: merampingkan fokus bisnis, sekaligus menjajaki peluang di sektor-sektor lain yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan lebih kuat di masa mendatang. (zan)




