Beranda / Berita / Kebijakan / Ekspor CPO Melonjak 59,63 Pers...
Kebijakan

Ekspor CPO Melonjak 59,63 Persen, Batu Bara dan Baja Melemah di Januari 2026

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, CPO menjadi satu-satunya komoditas unggulan nonmigas yang mencatat pertumbuhan signifikan di awal tahun ini.

3 Maret 2026
2 menit membaca
Admin SahabatSawit
Ekspor CPO Melonjak 59,63 Persen, Batu Bara dan Baja Melemah di Januari 2026

Ilustrasi

Bagikan:

JAKARTA – Ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya melonjak 59,63 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026. Di saat yang sama, ekspor batu bara dan besi baja justru melemah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, CPO menjadi satu-satunya komoditas unggulan nonmigas yang mencatat pertumbuhan signifikan di awal tahun ini.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan nilai ekspor CPO dan turunannya naik dari US$1,44 miliar pada Januari 2025 menjadi US$2,29 miliar pada Januari 2026.

Secara volume, ekspor juga melonjak 77,07 persen, dari 1,27 juta ton menjadi 2,24 juta ton.

“Khusus untuk nilai ekspor CPO dan turunannya naik 59,63 persen yoy, sedangkan besi dan baja turun 0,13 persen dan batu bara turun 16,04 persen,” kata Ateng dalam rilis BPS, Senin (2/3/2026).

Berbeda dengan CPO, nilai ekspor besi dan baja relatif stagnan. Nilainya turun tipis 0,13 persen menjadi US$2,121 miliar, meski volumenya naik 6,65 persen menjadi 1,84 juta ton.

Kontraksi terdalam terjadi pada batu bara. Nilai ekspornya merosot 16,04 persen dari US$2,17 miliar menjadi US$1,82 miliar.

Volume ekspor juga menyusut 2,87 persen menjadi 29,54 juta ton dari 30,41 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi kontribusi terhadap total ekspor nonmigas Januari 2026, CPO dan turunannya menyumbang 10,78 persen, besi dan baja 9,97 persen, serta batu bara 8,56 persen.

Secara kumulatif, tiga komoditas ini menyumbang 29,31 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia.

Lonjakan CPO menjadi penopang utama kinerja ekspor nonmigas awal 2026, di tengah pelemahan komoditas tambang dan logam dasar. <zan)

Tag:

Harga CPOGAPKI GAPKI KalbarGAPKI Kaltimekspor CPOBPS

Berita Terkait