PONTIANAK — Memasuki usia ke-45 tahun, GAPKI menegaskan pentingnya kekompakan pelaku usaha menghadapi dinamika regulasi dan perdagangan global industri kelapa sawit.
Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Barat, Aris Supratman, menyebut sinergi antarpelaku menjadi prasyarat agar industri sawit tetap berkelanjutan dan berdaya saing.
“Di usia 45 tahun ini, kita kembali mencermati situasi dan regulasi industri sawit. Pelaku usaha harus lebih kompak dan bersinergi agar semua bisa berjalan baik, menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Aris, dalam sambutan buka puasa bersama media, Jumat ( 26/2/2026).
Menurutnya, selama perjalanan GAPKI, industri sawit terbukti menjadi mitra strategis pemerintah.
Pada masa pandemi COVID-19, sawit menjadi salah satu sektor penopang ekonomi nasional.
Saat ini, GAPKI mendorong riset berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas demi menjaga ketersediaan stok sawit di masa depan.
Di tengah tekanan perdagangan internasional, GAPKI bersama pemerintah terus membuka peluang agar ekspor CPO dan produk turunannya tetap eksis sebagai sumber devisa negara.
“Sawit dan turunannya masih menjadi andalan untuk mendukung ekonomi nasional,” kata Aris.
Di Kalimantan Barat, meski baru sekitar 20 persen perusahaan sawit yang tergabung sebagai anggota GAPKI, keberadaan organisasi ini dinilai strategis bagi pemerintah daerah.
GAPKI menjadi wadah koordinasi untuk membahas regulasi dan menciptakan iklim industri sawit yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Terkait kebijakan ekspor pada 2026, Aris optimistis perusahaan sawit di Kalbar yang telah memiliki pasar ekspor akan terus berupaya menjaga kinerja.
Ia berharap Kalbar dapat menjadi salah satu penyumbang utama produk sawit nasional.
Soal keberlanjutan, GAPKI mendorong penuh pemenuhan sertifikasi ISPO.
Sertifikasi ini dinilai penting untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan ketenagakerjaan, sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar internasional melalui prinsip ketertelusuran (traceability).
“ISPO memberi nilai tambah dan meningkatkan keberterimaan produk sawit Indonesia di pasar global,” ujarnya.(zan)




