Beranda / Berita / Kebijakan / Bahlil Ngebut B50: Uji Tuntas,...
Kebijakan

Bahlil Ngebut B50: Uji Tuntas, 1 Juli Langsung Jalan

7 April 2026
2 menit membaca
Admin SahabatSawit
Bahlil Ngebut B50: Uji Tuntas, 1 Juli Langsung Jalan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. FOTO : HUMAS

Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah memastikan biodiesel campuran 50 persen (B50) siap diterapkan mulai 1 Juli 2026 setelah uji coba hampir enam bulan dinilai “cukup baik”.

Kebijakan ini ditargetkan memangkas impor solar, menghemat subsidi hingga Rp48 triliun, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan hasil uji coba B50 menunjukkan performa positif di berbagai sektor, mulai dari alat berat, kapal, kereta api, hingga truk.

“Uji cobanya cukup baik dan segera final. Per 1 Juli mulai diterapkan,” kata Bahlil di Jakarta, Senin.

Uji coba berlangsung hampir enam bulan dan masih dalam tahap akhir sebelum implementasi penuh. Pemerintah mendorong percepatan ini untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi, terutama di tengah ketidakpastian global.

Menurut Bahlil, krisis energi akibat gejolak geopolitik menjadi bukti bahwa ketergantungan pada impor membuat posisi energi nasional rentan. Diversifikasi energi berbasis sumber daya domestik menjadi pilihan strategis.

Saat ini, Indonesia masih menjalankan mandatori B40. Kebijakan itu telah menekan impor solar sebesar 3,3 juta kiloliter dan menurunkan emisi hingga 38,88 juta ton CO2 ekuivalen.

Data Kementerian ESDM mencatat realisasi pemanfaatan biodiesel sepanjang 2025 mencapai 14,2 juta kiloliter, melampaui target 13,5 juta kiloliter.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan percepatan implementasi B50 sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional.

Kebijakan ini juga disebut akan menempatkan Indonesia lebih aman dalam menghadapi ketidakpastian pasokan global.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, penerapan B50 berpotensi menghemat subsidi energi hingga Rp48 triliun dan mengurangi konsumsi BBM fosil sekitar 4 juta kiloliter per tahun.

Pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur, termasuk dari Pertamina, untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut.

 

Tag:

B 50Minyak SawitGAPKIBahlil Lahadalia