JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah belum berencana menaikkan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita meski harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) dunia terus meningkat.
Kebijakan ini disampaikan di Jakarta, Jumat, dengan fokus utama pemerintah pada penguatan distribusi dan stabilitas pasokan minyak goreng rakyat melalui peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Budi mengatakan harga Minyakita saat ini relatif stabil, bahkan turun tipis menjadi sekitar Rp16.200 per liter dari sebelumnya Rp16.800 per liter.
Pemerintah, kata dia, lebih memprioritaskan perbaikan distribusi ketimbang menaikkan HET.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat keterlibatan BUMN pangan agar Minyakita dapat tersalurkan langsung ke pengecer secara lebih efisien.
Melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025, pemerintah mewajibkan produsen minyak goreng yang terikat kewajiban pasar domestik (DMO) menyalurkan minimal 35 persen Minyakita kepada Bulog atau IDFOOD.
Skema ini dirancang untuk memangkas rantai pasok dan menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen.
Meski realisasi distribusi masih di bawah 30 persen, Budi menyebut proses kerja sama bisnis antara BUMN pangan dan produsen terus berjalan dan mendapat dukungan industri. (zan)




