JAKARTA - Industri kelapa sawit kembali menjadi “pelumas” hubungan Indonesia–Pakistan. Lewat forum jejaring di Karachi, sawit tak sekadar diperdagangkan, tapi dijadikan fondasi kemitraan ekonomi jangka panjang.
Industri kelapa sawit menegaskan posisinya sebagai penggerak utama hubungan ekonomi Indonesia dan Pakistan.
Momentum itu diperkuat melalui The Indonesia Palm Oil Networking Reception digelar KJRI Karachi bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Forum ini menjadi tindak lanjut kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Islamabad pada Desember 2025, dengan fokus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral yang lebih terstruktur dan berorientasi masa depan.
Duta Besar RI untuk Pakistan, Chandra W Sukotjo, menyebut hubungan kedua negara memasuki fase baru yang lebih strategis.
“Kemitraan tidak lagi sebatas jual beli, tapi penciptaan nilai tambah dan keseimbangan ekonomi,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).
Kelapa sawit dipandang sebagai salah satu pilar utama kerja sama. Indonesia berkomitmen mendorong perdagangan yang lebih berimbang, termasuk membuka peluang peningkatan impor dari Pakistan serta kerja sama industri pengolahan.
Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menegaskan komitmen Indonesia sebagai pemasok minyak sawit yang stabil dan bertanggung jawab bagi Pakistan, salah satu importir sawit terbesar dunia.
GAPKI juga memfasilitasi kontrak langsung produsen Indonesia dengan pembeli Pakistan serta mendorong kerja sama refinery.
Secara historis, Pakistan merupakan pasar kunci sawit Indonesia. Dari 150 negara tujuan ekspor, Pakistan menempati peringkat ketiga terbesar.
Data Oil World 2025 mencatat ekspor sawit Indonesia ke Pakistan melonjak tajam pada 2024, menembus lebih dari 3 juta ton.
Sebagai langkah konkret, forum ini menghasilkan tiga MoU, termasuk pembentukan Komisi Perdagangan Bersama Indonesia–Pakistan dan kerja sama GAPKI dengan asosiasi industri minyak nabati Pakistan. Sawit pun kembali menjadi jembatan diplomasi ekonomi dua negara. (zan)




