BANDAR LAMPUNG - Tak sekadar bantuan biaya kuliah, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru berhasil mengantongi beasiswa senilai Rp6 miliar. Dana itu berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Dana itu khusus digelontorkan untuk 30 mahasiswa Agroekoteknologi yang dijamin beres hingga wisuda.
Rektor ULM, Prof Ahmad Alim Bachri, menyebutkan beasiswa tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kampus yang dipimpinnya.
Menurutnya, satu angkatan penuh mahasiswa kini bisa menempuh pendidikan tanpa dihantui persoalan biaya.
“ULM tahun ini dipercaya sebagai penyelenggara program beasiswa sawit. Semua biaya, mulai dari pendidikan, uang saku, biaya hidup, bahkan transportasi, sudah ditanggung,” ujar Alim di Banjarbaru, Selasa (19/8/2025).
Program ini bukan diberikan secara asal. Sebelumnya, BPDPKS menggelar seleksi ketat terhadap proposal yang diajukan kampus.
Dari hasil evaluasi, ULM dinyatakan memenuhi kriteria sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) yang layak menjalankan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan sawit.
Prof Alim menegaskan, tujuan utama beasiswa ini adalah mencetak lulusan berkualitas yang siap terjun langsung ke sektor perkebunan kelapa sawit—industri strategis yang menopang perekonomian Indonesia.
Dengan beasiswa ini, ULM optimistis para lulusan Agroekoteknologi tak hanya sekadar menyandang gelar sarjana, tetapi juga siap mengisi kebutuhan tenaga profesional di dunia perkebunan dan agribisnis.
“Yang pasti, industri sawit sudah menunggu mereka,” tegas Prof Alim. (zan)

