PONTIANAK - Pemerintah pusat menegaskan kembali pentingnya peran aktif sektor usaha, khususnya perusahaan perkebunan sawit, dalam upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjelang musim kemarau diprediksi mulai Juni.
Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, saat kunjungan kerja di Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam keterangannya, Menteri Hanif menyoroti tingginya potensi Karhutla di Kalbar yang didominasi wilayah gambut dan lahan terbuka.
Ia menyebut bahwa upaya mitigasi harus dilakukan secara sistematis dan kolaboratif oleh pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Stabilitas pangan dan energi sangat bergantung pada kondisi lahan produktif. Kebakaran dapat mengganggu rantai suplai secara luas, dan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) harus berada di garis depan dalam mencegahnya,” ujar Hanif.
Menurutnya, indikasi lemahnya pencegahan dari pelaku usaha terlihat dari masih seringnya kebakaran bermula di lahan tidak terkelola dan konflik.
Faktor lain yang memperburuk kondisi adalah keterbatasan sarana dan personel tanggap darurat di lapangan.
“Jangan hanya reaktif. Kita butuh sistem deteksi dini, peta kerawanan, regu pemadam yang terlatih, dan laporan kesiapan dari setiap perusahaan. Ini bukan sekadar kewajiban hukum, tapi juga tanggung jawab moral untuk menjaga ekosistem,” tegasnya.
Pemerintah meminta seluruh perusahaan agar melengkapi fasilitas tanggap darurat internal, mulai dari alat pemadam, sistem komunikasi, hingga dukungan terhadap operasi pemadaman lintas wilayah.
Pendirian posko siaga terpadu dan patroli bersama di titik rawan juga diminta untuk segera diaktifkan.
Kementerian LHK juga mengingatkan bahwa penegakan hukum akan diperkuat terhadap pihak-pihak yang terbukti lalai atau melanggar aturan terkait pembakaran lahan.
Dengan peringatan dari BMKG mengenai awal musim kemarau yang mendekat, Menteri Hanif mengajak semua pihak untuk tidak menunggu bencana datang.
“Ketahanan pangan dan energi kita tidak bisa menunggu. Semua unsur bangsa, khususnya dunia usaha, harus bersatu dan bertindak sebelum api menyebar,” pungkasnya. (lud)

