Beranda / Berita / Kebijakan / GAPKI: Produksi Sawit 2025 Nai...
Kebijakan

GAPKI: Produksi Sawit 2025 Naik 7,26 Persen, Nilai Ekspor Tembus Rp590 Triliun

17 Maret 2026
2 menit membaca
Admin SahabatSawit
GAPKI: Produksi Sawit 2025 Naik 7,26 Persen, Nilai Ekspor Tembus Rp590 Triliun

Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono. FOTO : HUMAS

Bagikan:

JAKARTA - Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono, menyebut produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 meningkat signifikan dan mendorong lonjakan nilai ekspor hingga mencapai US$35,87 miliar atau sekitar Rp590 triliun.

Mukti Sardjono mengatakan produksi minyak sawit mentah (CPO) Indonesia sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, naik 7,26 persen dibandingkan produksi 2024 yang sebesar 48,16 juta ton.

Produksi minyak inti sawit atau PKO juga meningkat 6,41 persen, dari 4,59 juta ton pada 2024 menjadi 4,89 juta ton pada 2025.

“Dengan demikian total produksi CPO dan PKO pada 2025 mencapai 56,55 juta ton, naik 7,18 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang sebesar 52,76 juta ton,” kata Mukti.

Di sisi konsumsi dalam negeri, penggunaan sawit juga mengalami kenaikan. Sepanjang 2025 konsumsi domestik mencapai 24,77 juta ton, meningkat 3,82 persen dari 23,86 juta ton pada 2024.

Peningkatan terbesar berasal dari sektor biodiesel yang mencapai 12,70 juta ton, naik 10,97 persen dari 11,44 juta ton pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipicu kebijakan peningkatan mandatori campuran biodiesel dari B35 menjadi B40.

Sementara itu konsumsi untuk oleokimia naik tipis 1,22 persen menjadi 2,23 juta ton. Sebaliknya konsumsi sawit untuk pangan justru turun 3,64 persen, dari 10,20 juta ton menjadi 9,83 juta ton.

Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor produk sawit Indonesia pada 2025 mencapai 32,34 juta ton, naik 9,51 persen dibandingkan ekspor 2024 yang sebesar 29,53 juta ton.

Kenaikan ekspor terutama terjadi pada minyak sawit olahan yang meningkat menjadi 22,72 juta ton dari 20,45 juta ton pada tahun sebelumnya.

Ekspor olahan minyak inti sawit juga naik menjadi 1,56 juta ton, sementara oleokimia meningkat menjadi 5,07 juta ton. Ekspor CPO naik tipis menjadi 2,96 juta ton.

Berdasarkan negara tujuan, peningkatan ekspor terjadi ke Afrika, China, Malaysia, Bangladesh, dan Pakistan. Sementara ekspor ke India, Uni Eropa, dan Amerika Serikat mengalami penurunan.

Nilai ekspor sawit Indonesia sepanjang 2025 tercatat US$35,87 miliar, meningkat 29,23 persen dibandingkan nilai ekspor 2024 yang sebesar US$27,76 miliar.

Kenaikan nilai ekspor tersebut dipicu oleh peningkatan volume ekspor dan harga rata-rata global. Harga rata-rata sawit CIF Rotterdam pada 2025 tercatat US$1.221 per ton, lebih tinggi dibandingkan harga tahun 2024 yang sebesar US$1.084 per ton.

Meski produksi meningkat, stok akhir CPO dan PKO justru turun. Pada akhir 2025 stok tercatat 2,06 juta ton, turun 19,79 persen dibandingkan stok akhir 2024 sebesar 2,57 juta ton.

Tag:

Direktur Eksekutif GAPKIMukti SardjonoCPO