Beranda / Berita / Kebijakan / Rakercab GAPKI Kalbar 2026 Per...
Kebijakan

Rakercab GAPKI Kalbar 2026 Perkuat Sinergi Sawit untuk Ketahanan Pangan dan Energi

25 Juni 2026
12 menit membaca
Admin SahabatSawit
Rakercab GAPKI Kalbar 2026 Perkuat Sinergi Sawit untuk Ketahanan Pangan dan Energi

Foto bersama peserta Rapat Kerja Cabang (Rakercab) GAPKI Kalimantan Barat Tahun 2026 di Pontianak, Kamis (25/6/2026). FOTO: HUMAS

Bagikan:

PONTIANAK – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Barat menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) 2026 di Pontianak, Kamis, 25 Juni 2026.

Forum tahunan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus memperkuat sinergi antara industri sawit dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Mengusung tema “Memperkuat Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi Nasional”, Rakercab dihadiri unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan sektor perkebunan.

Ketua GAPKI Kalimantan Barat, Aris Supratman mengatakan industri kelapa sawit tetap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

Selain menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, sektor ini juga berperan penting dalam mendukung program energi terbarukan melalui kebijakan mandatori biodiesel.

Menurut dia, Kalimantan Barat sebagai salah satu sentra sawit nasional memiliki potensi besar, namun masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, hilirisasi, hingga pemenuhan standar keberlanjutan global.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menilai industri sawit Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mempertahankan posisinya sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia meski dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, dan tekanan perdagangan internasional.

Ia juga menyoroti implementasi program biodiesel B50 yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Juli 2026.

Kebijakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan minyak sawit dalam negeri dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri.

Selain isu energi, Rakercab turut membahas tantangan regulasi, keberlanjutan, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun ini.

Dalam kesempatan itu, GAPKI Kalbar menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia dan riset di sektor perkebunan.

GAPKI juga meresmikan kantor cabang baru sebagai pusat koordinasi dan kolaborasi industri sawit di Kalimantan Barat.

Melalui Rakercab 2026, GAPKI Kalbar menegaskan komitmennya memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah guna mendorong industri sawit yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan. (git)

Tag:

GAPKIGAPKI KalbarKetua GAPKI KalbarAris SpratmanEddy MartonoKetum GAPKI