Beranda / Berita / Kebijakan / Mentan Sebut Hilirisasi Sawit ...
Kebijakan

Mentan Sebut Hilirisasi Sawit Jadi Kunci Dongkrak Ekspor dan Devisa Indonesia

6 Agustus 2026
2 menit membaca
Admin SahabatSawit
Mentan Sebut Hilirisasi Sawit Jadi Kunci Dongkrak Ekspor dan Devisa Indonesia

Ilustrasi

Bagikan:

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi kelapa sawit menjadi strategi utama untuk memperkuat ekspor Indonesia.

Kebijakan ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk sawit sekaligus memperbesar devisa negara di tengah tren kenaikan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya.

Amran mengatakan Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat sebagai produsen sawit terbesar di dunia.

Bersama Malaysia, kedua negara menguasai sekitar 80 persen produksi CPO global. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperbesar ekspor produk hilir, bukan hanya menjual bahan baku.

"Hilirisasi CPO menjadi senjata strategis Indonesia," kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Selasa (4/8).

Menurut Amran, penguatan industri hilir akan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar dibandingkan ekspor CPO mentah.

Selain meningkatkan penerimaan negara, hilirisasi juga diharapkan berdampak pada kesejahteraan petani dan memperkuat daya saing industri sawit nasional di pasar internasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kebijakan tersebut didukung tren positif perdagangan. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, nilai ekspor CPO dan produk turunannya tumbuh 7,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan dipicu menguatnya harga CPO di pasar global.

BPS juga mencatat nilai ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 2,59 miliar dolar Amerika Serikat selama semester pertama 2026 atau naik 1,84 persen secara tahunan.

Sementara total ekspor Indonesia mencapai 140,81 miliar dolar AS, dengan ekspor nonmigas sebesar 134,58 miliar dolar AS atau meningkat 4,90 persen.

Kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15), yang didominasi produk sawit, menjadi salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekspor nasional.

Pada Juni 2026, nilai ekspor kelompok ini meningkat 10,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BPS mencatat komoditas sawit bersama besi dan baja serta batu bara menyumbang sekitar 28,3 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia pada semester I 2026.

Di antara ketiga komoditas tersebut, sawit mencatat pertumbuhan ekspor tertinggi, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penopang utama perdagangan nasional. (zan)

Tag:

Menteri PertanianAndi Amran SulaimanGAPKIHilirisasi CPO