BOGOR – Riset terbaru Guru Besar IPB University memperkuat temuan bahwa kelapa sawit memiliki kinerja ekologis yang kompetitif.
Penelitian menunjukkan sawit lebih efisien menggunakan air dibanding sejumlah tanaman budidaya, mampu menghasilkan oksigen dalam jumlah tinggi, serta memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang besar.
Temuan tersebut dipaparkan Prof Hariyadi dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB bertajuk Nexus Baru dalam Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan.
Berdasarkan data penelitian yang dipaparkan, kebun sawit berumur di atas 12 tahun menghasilkan sekitar 21,2 ton oksigen per hektare per tahun.
Angka itu mendekati hutan tropis yang mencapai 25,3 ton, serta lebih tinggi dibandingkan tanaman padi sekitar 12,5 ton dan karet 18,5 ton per hektare per tahun.
Riset tersebut juga membantah anggapan bahwa sawit merupakan tanaman yang boros air. Untuk menghasilkan satu ton tandan buah segar (TBS), sawit membutuhkan sekitar 700–1.300 meter kubik air.
Sebagai perbandingan, padi memerlukan 1.800–3.000 meter kubik, kedelai 2.000–4.000 meter kubik, dan karet 2.500–7.000 meter kubik air per ton produksi.
Dalam aspek penyerapan karbon, kebun sawit berumur 15 tahun memiliki stok karbon sekitar 70,25 ton per hektare.
Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan sejumlah tanaman perkebunan lain seperti teh, pala, maupun cengkeh, meski masih berada di bawah hutan primer dan sistem agroforestri.
Menurut Hariyadi, produktivitas biologis sawit yang tinggi perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan perkebunan berkelanjutan.
Pengelolaan sawit, kata dia, harus mampu menjawab tantangan perubahan iklim, pengurangan emisi karbon, ekonomi sirkular, hingga penerapan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Temuan ini menambah bukti ilmiah bahwa kontribusi kelapa sawit tidak hanya berasal dari sisi ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang dapat diukur melalui efisiensi penggunaan air, produksi oksigen, dan kapasitas penyimpanan karbon.
Data tersebut diharapkan menjadi rujukan dalam pembahasan kebijakan maupun narasi keberlanjutan industri sawit Indonesia. (git)

