JAKARTA – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani mulai menunjukkan tren pemulihan.
Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan sekitar 90 persen perusahaan sawit telah menyesuaikan harga pembelian TBS sesuai perkembangan pasar setelah pemerintah memperketat pengawasan bersama Satgas Pangan Polri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan di berbagai sentra produksi sawit.
Menurut dia, perusahaan yang belum mengikuti harga acuan terus dipantau dan diperiksa agar tidak merugikan petani.
Amran menyebut jumlah perusahaan yang belum menyesuaikan harga terus berkurang.
Dari sebelumnya sekitar 270 perusahaan, kini tersisa sekitar 130 perusahaan yang masih dalam pengawasan pemerintah.
Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa intervensi pemerintah mulai membuahkan hasil.
Pemerintah menegaskan pengawasan tidak berhenti setelah harga naik.
Kementan bersama Satgas Pangan akan terus memonitor transaksi pembelian TBS di seluruh Indonesia agar kenaikan harga berlangsung berkelanjutan dan tidak kembali turun tanpa alasan yang sesuai dengan kondisi.
Sebelumnya, harga TBS sempat mengalami tekanan meski harga minyak sawit mentah (CPO) dunia menunjukkan tren positif.
Kondisi itu mendorong pemerintah memanggil pelaku usaha dan memperketat pengawasan terhadap tata niaga sawit guna memastikan petani memperoleh harga yang lebih baik.
Pemulihan harga TBS diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan jutaan petani sawit sekaligus menjaga stabilitas industri sawit nasional yang menjadi salah satu penopang ekspor Indonesia. (git)

