Beranda / Berita / Kebijakan / 600 Peserta Ramaikan Boneo For...
Kebijakan

600 Peserta Ramaikan Boneo Forum ke-8, Sawit Diklaim Tiga Kali Selamatkan Ekonomi RI

21 Agustus 2025
11 menit membaca
Admin SahabatSawit
600 Peserta Ramaikan Boneo Forum ke-8, Sawit Diklaim Tiga Kali Selamatkan Ekonomi RI

Pembukaan acara Borneo Forum ke -8 di Pontianak, Kamis (21/8/2025) meriah. FOTO: FAUZAN/SAHABATSAWIT

Bagikan:

KALBAR - Pontianak jadi lautan sawit! Ratusan pelaku industri perkebunan se-Kalimantan tumplek - blek pada acara Borneo Forum ke-8, didukung BPDP berlangsung 21–22 Agustus 2025.

Dari seminar, pameran, hingga lomba konten kreatif, semua sepakat: sawit bukan sekadar komoditas, tapi penopang ekonomi Indonesia di masa krisis.

Ketua Panitia Borneo Forum, Purwati Munawir, menjelaskan bahwa ajang tahunan ini menjadi ruang diskusi penting bagi GAPKI se-Kalimantan untuk membahas isu terkini, baik nasional maupun internasional.

“Ini tahun kedelapan penyelenggaraan Borneo Forum, dan kali ini GAPKI Kalbar mendapat amanah sebagai tuan rumah. Forum ini diikuti sekitar 600 peserta dengan 24 stan pameran dari perusahaan, UMKM, hingga media,” jelas Purwati.

Dalam sambutannya, Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono menegaskan bahwa industri sawit telah menjadi penyelamat ekonomi nasional.

“Industri sawit menyelamatkan perekonomian Indonesia setidaknya tiga kali: saat krisis 1998, krisis global 2008, dan masa Covid. Itu bukti nyata kekuatan sawit bagi negeri,” tegas Eddy.

Senada, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI, Baginda Siagian menilai forum ini harus diapresiasi karena menjadi bagian dari solusi menghadapi persoalan industri sawit. “Pemerintah tetap berkomitmen mendukung industri sawit. Harapan kami, kontribusinya semakin besar bagi ekonomi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Christianus Lumano, mewakili Gubernur Kalbar, menyebut forum ini sebagai momentum strategis kolaborasi lintas sektor.

“Meski ada tantangan krisis global, sawit terbukti tangguh. Kalbar punya potensi besar untuk terus dikembangkan, dan itu harus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Acara Borneo Forum ke-8 dihadiri para tokoh penting, di antaranya Dida Gardera (Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kemenko Perekonomian RI), Baginda Siagian (Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI), Christianus Lumano (Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Pembangunan dan Ekonomi), Eddy Martono (Ketua Umum GAPKI), serta Ketua GAPKI se-Kalimantan. (zan)

Tag:

Borneo ForumKetua Umum GAPKIEddy MartonoGAPKI KalbarGAPKI KaltengGAPKI KalselGAPKI KaltimGAPKI Kaltara