KALBAR - Akses listrik di pedalaman Kabupaten Ketapang mulai dibenahi. Di Kecamatan Marau, pembangunan jaringan listrik menuju Desa Rangkung resmi berjalan, ditandai dengan pembukaan jalur kabel yang selama ini terhambat.
Proyek ini menyasar dua dusun—Rangkung dan Bentawan—yang selama ini belum menikmati aliran listrik stabil.
Pemerintah bersama PLN menggandeng perusahaan perkebunan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar tersebut.
PT Kencana Graha Permai dan PT Cahaya Nusa Gemilang, unit usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, membuka jalur jaringan dengan menebang lebih dari 600 pohon kelapa sawit di area konsesi.
Langkah ini dilakukan agar jaringan listrik bisa menjangkau wilayah yang sebelumnya terisolasi.
Masuknya listrik diharapkan langsung berdampak pada kehidupan warga. Aktivitas belajar malam hari, usaha kecil, hingga pergerakan ekonomi desa diproyeksi meningkat seiring tersedianya pasokan listrik yang lebih andal.
Regional Controller Sinar Mas Wilayah Ketapang, Agung Tri Wahyudi, mengatakan akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang tak bisa ditunda.
“Kami ingin mendorong kualitas hidup masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru di desa,” ujarnya.
Pemerintah kecamatan menyambut langkah ini. Camat Marau, Vitalis A. Edyson, menyebut dukungan perusahaan mempercepat proses yang selama ini berjalan lambat.
Hal senada disampaikan Penjabat Kepala Desa Randai, Priana, yang menilai pembangunan jaringan listrik ini sudah lama dinantikan warga.
Data pemerintah daerah menunjukkan masih ada desa di Ketapang yang belum menikmati listrik secara penuh. Target rasio elektrifikasi dipatok mencapai 100 persen pada 2029.
Proyek di Desa Rangkung menjadi bagian dari skema percepatan tersebut—kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk menutup kesenjangan infrastruktur di wilayah pedalaman.
Masuknya listrik ke Rangkung bukan sekadar proyek jaringan. Ini adalah pintu awal perubahan di desa yang selama ini hidup dalam keterbatasan energi.

