Beranda / Berita / CSR & Lingkungan / Lewat Program Pemberdayaan, Si...
CSR & Lingkungan

Lewat Program Pemberdayaan, Sinar Mas Dorong Produksi Lele dan UMKM Desa di Ketapang

12 Maret 2026
3 menit membaca
Admin SahabatSawit
Lewat Program Pemberdayaan, Sinar Mas Dorong Produksi Lele dan UMKM Desa di Ketapang

Peserta kelompok budidaya mengikuti pelatihan pembuatan pakan alternatif dan penggunaan mesin pelet dalam program pemberdayaan ekonomi desa yang didukung Sinar Mas Agribusiness and Food di Desa Biku Sarana, Kabupaten Ketapang. FOTO : HUMAS

Bagikan:

KETAPANG - Program pemberdayaan ekonomi desa berbasis budidaya lele yang dijalankan Sinar Mas Agribusiness and Food di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mulai menunjukkan hasil.

Memasuki tahun ketiga, kelompok budidaya tidak hanya meningkatkan produksi ikan, tetapi juga menekan biaya pakan dan mengembangkan produk UMKM berbasis lele.

Adalah kelompok budidaya di Desa Biku Sarana dan Desa Sengkuang Merabong mendapat pelatihan pembuatan pakan alternatif serta bantuan mesin pembuat pelet.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Universitas Tanjungpura dan diikuti dua kelompok dengan total 15 anggota.

Mereka dilatih mengolah bahan baku lokal menjadi pakan lele yang lebih murah namun tetap memenuhi kebutuhan nutrisi ikan.

Mesin pelet yang diberikan diharapkan mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan yang selama ini menjadi komponen biaya terbesar budidaya.

Saat ini kelompok budidaya di Desa Biku Sarana mengelola enam kolam dengan sekitar 6.000 bibit lele.

Produksi rata-rata mencapai 750 kilogram per siklus. Sementara kelompok di Desa Sengkuang Merabong mengelola dua kolam dengan kapasitas masing-masing 1.000 ekor dan produksi sekitar 212 kilogram per siklus.

Ketua TP PKK Desa Biku Sarana, Lili Yen, mengatakan pelatihan dan dukungan alat membantu masyarakat meningkatkan efisiensi produksi.

“Mesin pelet dan pengetahuan baru ini membuka peluang bagi kelompok untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan hasil budidaya,” ujarnya.

Program ini juga mendorong pengembangan usaha mikro melalui kelompok PKK Desa Biku Sarana yang mengelola UMKM “Si Lele”.

Para peserta mendapat pelatihan pengolahan produk turunan ikan lele, termasuk resep baru stik lele yang lebih hemat biaya produksi.

“Dengan teknik pengolahan yang lebih efisien, produk kami punya peluang dipasarkan lebih luas,” kata salah satu peserta pelatihan, Risnawati.

Program budidaya lele di Ketapang berjalan sejak 2024 dengan dukungan pembangunan kolam, penyediaan bibit, pakan, pelatihan budidaya, hingga promosi melalui pameran UMKM. Siklus produksi dilakukan dua kali setahun dengan total produksi sekitar dua ton per tahun.

Model pemberdayaan serupa juga diterapkan di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, melalui PT Sawit Mas Sejahtera, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food.

Program menjangkau tiga desa—Tanjung Baru, Beringin Jaya, dan Jajaran Lama—dengan total 30 peserta.

Setiap kelompok mendapat dukungan 13 ribu bibit lele, sarana produksi, serta pelatihan budidaya.

Peserta juga diperkenalkan pada metode Green Water System untuk menjaga kualitas air kolam dan menekan risiko penyakit ikan.

Fasilitator budidaya di Lahat, Abdil Musaddad, mengatakan kebutuhan ikan konsumsi di daerah tersebut masih tinggi.

“Budidaya ini memiliki peluang pasar sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Program di Ketapang dan Lahat merupakan bagian dari Bright Future Initiative milik Sinar Mas Agribusiness and Food yang mendorong pengembangan UMKM di wilayah operasional perusahaan.

Hingga kini, inisiatif tersebut telah membantu lebih dari 100 UMKM menjalankan berbagai proyek usaha berbasis potensi lokal.

Tag:

Sinar Mas Agribusiness and FoodleleDesa Biku SaranaKetua TP PKK Desa Biku Sarana