Beranda / Berita / CSR & Lingkungan / Program Ayam Petelur PT AMNL D...
CSR & Lingkungan

Program Ayam Petelur PT AMNL Dongkrak Pendapatan Warga Desa Siantau Raya

22 Juli 2026
2 menit membaca
Admin SahabatSawit
Program Ayam Petelur PT AMNL Dongkrak Pendapatan Warga Desa Siantau Raya

PT AMNL bersama KUB Siantau Raya perkuat komitmen melalui program Pertanian Ekologi Terpadu (PET) peternakan ayam petelur. FOTO :HUMAS

Bagikan:

KETAPANG – Pengembangan usaha ayam petelur berbasis masyarakat di Desa Siantau Raya, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berhasil meningkatkan produksi telur hampir tiga kali lipat.

Program yang dijalankan PT Agrolestari Mandiri (AMNL) melalui Program Pertanian Ekologis Terpadu (PET) itu juga melahirkan empat peternak muda sebagai penggerak agribisnis desa.

Produksi telur yang semula hanya sekitar 13.410 butir per bulan kini mencapai 36.125 butir per bulan, bahkan pernah menyentuh 37.755 butir.

Peningkatan tersebut diikuti dengan berkembangnya berbagai produk olahan yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Program ini dikembangkan bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Siantau Raya dan Forum Komunikasi Pemandu Pertanian Ekologis Terpadu (FKPPET).

Selain meningkatkan produksi, masyarakat mendapat pelatihan mengolah hasil peternakan menjadi produk siap jual.

Peserta pelatihan berasal dari anggota KUB, Tim Penggerak PKK, serta Dharma Wanita Sungai Kelik Estate.

Mereka dibekali keterampilan mengembangkan usaha hilir agar tidak hanya bergantung pada penjualan telur segar.

Estate Manager Sungai Kelik Estate, Kaswadi, mengatakan pengembangan ayam petelur merupakan kelanjutan Program Pertanian Ekologis Terpadu yang telah dijalankan sejak 2016.

Sejak 2024, fokus program diarahkan pada penguatan sumber ekonomi alternatif masyarakat melalui agribisnis ayam petelur.

Program ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong masyarakat menghasilkan produk olahan bernilai tambah sehingga manfaat ekonomi yang diterima semakin besar dan berkelanjutan.

"Kami berharap semakin banyak generasi muda melihat sektor agribisnis sebagai peluang usaha," kata Kaswadi.

Salah satu hasil program adalah munculnya empat peternak muda yang kini menjadi pengelola utama usaha ayam petelur di Desa Siantau Raya.

Mereka diproyeksikan menjadi motor regenerasi pelaku agribisnis di wilayah tersebut.

Model usaha yang diterapkan mengintegrasikan produksi, pengolahan hasil, hingga pemanfaatan limbah peternakan. Selain telur konsumsi, masyarakat kini memproduksi telur asin, kerupuk telur, amplang ayam, bakso ayam, kompos organik, hingga bibit ayam atau day-old chick (DOC) secara mandiri.

Limbah peternakan juga dimanfaatkan menjadi kompos organik sehingga mengurangi limbah sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Perwakilan Desa Siantau Raya, Norrahman, menilai pelatihan tersebut membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

"Selama ini kami hanya menjual telur. Kini kami mengetahui hasil peternakan bisa diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat," ujarnya.

Ke depan, PT AMNL menyatakan akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra untuk meningkatkan kapasitas kelompok usaha, memperluas diversifikasi produk, serta mengembangkan model agribisnis berbasis ekonomi sirkular.

Pengalaman KUB Siantau Raya menunjukkan bahwa peningkatan produksi pangan, regenerasi peternak muda, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ekonomi desa dapat berjalan secara bersamaan melalui pengembangan agribisnis berbasis masyarakat. (git)

Tag:

PT Agrolestari MandiriSinar MasDesa Siantau RayaFKPPET