KUBU RAYA — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Barat menyalurkan bantuan logistik untuk tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kubu Raya.
Bantuan itu ditujukan untuk menjaga stamina petugas yang bekerja di tengah ancaman Karhutla.
Logistik yang disalurkan berupa susu steril, air mineral, dan buah-buahan. Bantuan diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat, Rino Anteno Tengo kepada tim pemadam Karhutla di Kubu Raya.
Ketua GAPKI Kalbar Aris Supratman mengatakan bantuan tersebut merupakan dukungan langsung bagi petugas yang berada di lapangan.
“Mereka yang berada di lapangan adalah garda terdepan dalam menghadapi karhutla. Karena itu, kami ingin memberikan dukungan nyata,” kata Aris.
Menurut dia, pemadam Karhutla tak bisa dibebankan kepada satu pihak. Pemerintah, TNI-Polri, perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain harus bekerja bersama, terutama ketika titik api muncul dan meluas.
GAPKI Kalbar, kata Aris, memandang pencegahan Karhutla sebagai bagian dari tanggung jawab dunia usaha.
Keberlanjutan perkebunan sawit, menurut dia, tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Pencegahan dan penanggulangan karhutla adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
GAPKI juga mendorong perusahaan anggotanya memperkuat kesigapan menghadapi Karhutla.
Bentuknya antara lain menyiapkan sumber daya, sarana dan prasarana pemadam, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan aparat di daerah.
Bantuan logistik tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan dunia usaha dalam penanganan Karhutla di Kalimantan Barat.
Fokus utama bukan sekadar bantuan, tetapi memastikan petugas yang bekerja di garis depan tetap memiliki dukungan kebutuhan dasar selama upaya melakukan pemadam. (zan)

