LANDAK – HPI Palm Oil Unit (HPI POU) menyiapkan personel, peralatan, dan sistem penanganan darurat untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Landak selama musim kemarau 2026 yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Kesiapsiagaan itu ditandai melalui Apel Siaga Karhutla yang digelar di Ngabang, Sabtu, 13 Juni 2026. Sebanyak 12 perusahaan perkebunan yang tergabung dalam grup HPI POU ikut dilibatkan, terdiri dari 11 perusahaan di Landak dan satu perusahaan di Kabupaten Mempawah.
Fokus kegiatan bukan pada seremoni, melainkan memastikan seluruh sumber daya pemadaman berada dalam kondisi siap digunakan.
Perusahaan melakukan pemeriksaan personel, kendaraan operasional, peralatan pemadam kebakaran, hingga sistem koordinasi penanganan darurat.
Region Controller 1 HPI Palm Oil Unit, Kiajar Rajagukguk, mengatakan pencegahan menjadi langkah utama untuk menekan risiko kebakaran selama musim kemarau.
“Kami memastikan seluruh personel, sarana, dan prasarana siap menghadapi potensi karhutla. Pencegahan harus menjadi prioritas agar kebakaran bisa ditekan sejak dini,” kata Kiajar.
Menurut dia, pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan sendiri oleh perusahaan. Dibutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, BPBD, dan masyarakat sekitar untuk mempercepat deteksi serta penanganan di lapangan.
Apel siaga tersebut juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Landak, TNI, Polri, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Landak.
HPI POU menyatakan upaya pencegahan karhutla menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan di wilayah operasionalnya. (zan)

