JAKARTA — Sinar Mas Agribusiness and Food meraih Partnership for Action Against Child Labour in Agriculture (PAACLA) Award 2026 pada kategori Perusahaan Nasional dengan Afiliasi Perusahaan Multinasional.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mendukung pemenuhan hak anak melalui program Sawit Indonesia Ramah Anak (SIRA).
Program SIRA dirancang untuk menciptakan lingkungan perkebunan yang aman bagi anak serta mencegah keterlibatan anak dalam aktivitas kerja di sektor perkebunan.
Perusahaan menerapkan kebijakan larangan pekerja anak dan pendekatan tanpa toleransi terhadap pekerja berusia di bawah 18 tahun.
Komitmen itu dijalankan melalui verifikasi identitas pekerja, peningkatan pemahaman mengenai risiko pekerja anak di kalangan mitra rantai pasok, serta penguatan praktik ketenagakerjaan yang bertanggung jawab.
Selain mencegah pekerja anak, perusahaan juga menjalankan berbagai program untuk mendukung kesejahteraan keluarga pekerja.
Program tersebut meliputi layanan kesehatan dasar, dukungan akses pendidikan di sekitar wilayah operasional, perlindungan bagi pekerja perempuan hamil dan menyusui, serta penyediaan Balai Penitipan Anak (BPA).
Chief Sustainability & Communications Officer Sinar Mas Agribusiness and Food, Anita Neville, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Penghargaan ini mendorong kami untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung kesejahteraan dan tumbuh kembang anak. Menciptakan kesempatan bagi anak untuk belajar, berkembang, dan meraih potensi terbaiknya merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan,” kata Anita dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Juni 2026.
Melalui sekolah yang dikelola bersama Eka Tjipta Foundation (ETF), perusahaan juga berupaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di sekitar wilayah operasional perkebunan.
Division Head Education Eka Tjipta Foundation, Evelyn Widjaja, menilai pencegahan pekerja anak tidak cukup dilakukan melalui pelarangan semata.
“Di sektor perkebunan, pencegahan pekerja anak memerlukan pendekatan yang menyeluruh agar setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. Pendidikan memegang peranan penting dalam mewujudkan hal tersebut,” ujar Evelyn.
Komitmen perlindungan anak itu juga diwujudkan melalui penyelenggaraan rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional bertema Suara Masa Depan, Setiap Anak Berarti pada 10–11 Juni 2026.
Kegiatan yang digelar di SMP Eka Tjipta Katayang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, tersebut melibatkan 50 siswa.
Kegiatan tersebut menjadi ruang partisipatif bagi anak untuk memahami hak-hak mereka, mulai dari hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, keberagaman, hingga partisipasi.
Salah satu sesi menghadirkan psikolog dari Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei yang memberikan edukasi mengenai privasi tubuh, perlindungan diri, serta pencegahan eksploitasi anak.
Kepala SMP Eka Tjipta Katayang, Danang Yudianto Wijaya, mengapresiasi kolaborasi yang dinilai memberikan ruang aman bagi anak untuk belajar dan berekspresi.
“Melibatkan anak secara aktif dalam proses belajar dan berekspresi merupakan bagian penting dalam membangun karakter, empati, dan kemampuan berpikir kritis,” katanya.
Program Manager PAACLA, Misran Lubis, menegaskan bahwa perlindungan anak di sektor pertanian membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Menurut dia, penerapan Prinsip-Prinsip Bisnis dan Hak Anak atau Children’s Rights and Business Principles (CRBP) menjadi langkah penting dalam mendukung keberlanjutan industri.
“Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dan menyampaikan aspirasinya. Komitmen perlindungan anak yang diterapkan secara konsisten tidak hanya mendukung terciptanya sumber daya manusia yang unggul, tetapi juga memperkuat keberlanjutan dan daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global,” ujar Misran.
Melalui kolaborasi antara perusahaan, sekolah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, upaya perlindungan anak di sektor perkebunan diharapkan terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (git)

