Beranda / Berita / CSR & Lingkungan / Wilmar Luncurkan Cantigi Coffe...
CSR & Lingkungan

Wilmar Luncurkan Cantigi Coffee, Dorong Hilirisasi Kopi Petani Landak

23 Juli 2026
17 menit membaca
Admin SahabatSawit
Wilmar Luncurkan Cantigi Coffee, Dorong Hilirisasi Kopi Petani Landak

Wakil Bupati Landak Erani menerima secara simbolis produk Cantigi Coffee dari perwakilan Wilmar Kalimantan Barat saat Rapat Koordinasi Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak di PT Daya Landak Plantation, Kecamatan Jelimpo, Kamis (23/7/2026). FOTO :HUMAS

Bagikan:

LANDAK – Wilmar Kalimantan Barat meluncurkan Cantigi Coffee, kopi robusta single origin hasil budidaya petani di kawasan Pahauman, Kabupaten Landak.

Peluncuran produk ini menjadi bagian dari perubahan pendekatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dari yang sebelumnya didominasi bantuan sosial menuju penguatan usaha produktif masyarakat.

Cantigi Coffee diperkenalkan dalam Rapat Koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP)/CSR Kabupaten Landak 2026 di PT Daya Landak Plantation, Kecamatan Jelimpo, Kamis (23/7).

Produk kopi tersebut merupakan hasil pembinaan petani di Kecamatan Sengah Temila. Selain dipasarkan sebagai kopi robusta single origin, Cantigi Coffee juga telah mengantongi izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) Nomor 2153773403225 sehingga siap dipasarkan secara lebih luas.

Wakil Bupati Landak, Erani mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan daerah.

Menurutnya, program CSR akan lebih berdampak apabila diarahkan pada kegiatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Pemerintah Kabupaten Landak mendorong agar program CSR tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Pengembangan produk lokal seperti Cantigi Coffee merupakan salah satu contoh kolaborasi yang perlu terus diperkuat," kata Erani, saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Landak sekaligus Ketua Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak, Heri Adiwijaya, menyampaikan forum tersebut menjadi wadah menyelaraskan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah.

Menurut Heri, hingga pertengahan 2026 berbagai perusahaan anggota forum telah berkontribusi terhadap sejumlah program prioritas pemerintah daerah, termasuk dukungan pembangunan Kawasan Industri Landak (KIL) dan penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tebedak.

"Kami berharap setiap program CSR perusahaan dapat saling melengkapi dengan program pemerintah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Forum ini juga menjadi ruang transparansi bagi perusahaan dalam menyampaikan realisasi kontribusinya," ujar Heri.

Wilmar Kalimantan Barat mencatat sepanjang semester pertama 2026 telah melaksanakan 93 kegiatan CSR yang menjangkau 17 desa di lima kecamatan, yakni Ngabang, Sebangki, Jelimpo, Sengah Temila, dan Kuala Behe.

Selama ini sebagian besar program masih difokuskan pada pembangunan infrastruktur desa dan bantuan sosial.

Melalui Cantigi Coffee, perusahaan mulai mengarahkan program pemberdayaan pada peningkatan nilai tambah komoditas lokal.

Kopi yang sebelumnya hanya dijual dalam bentuk buah atau biji kini diolah menjadi produk kemasan bermerek sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani.

Ke depan, Wilmar Kalimantan Barat menyatakan akan memfokuskan program pemberdayaan masyarakat pada tiga sektor utama, yakni kopi, hortikultura, dan peternakan, dengan dukungan pendampingan teknis dari perangkat daerah agar sejalan dengan rencana pembangunan desa.

Rapat koordinasi Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak dihadiri lebih dari 100 peserta yang berasal dari perusahaan perkebunan, pertambangan, perbankan, koperasi, credit union, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta organisasi perangkat daerah. (zan)

Tag:

Cantigi CoffeeWilmar Kalimantan BaratPT Daya Landak Plantation