KALBAR - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Barat menyalurkan bantuan material infrastruktur ke Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat.
Bantuan ini menyasar langsung kebutuhan dasar kampus: pembangunan dan perbaikan fasilitas belajar.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial (CSR) GAPKI Kalbar yang difokuskan pada penguatan sarana pendidikan.
Material yang disalurkan ditujukan untuk mempercepat pembangunan fasilitas kampus dan menunjang kegiatan belajar mengajar.
Ketua GAPKI Kalbar, Aris Supratman, menyebut industri sawit tak hanya bergerak di sektor ekonomi, tetapi juga punya tanggung jawab sosial.
“Kami ingin kehadiran industri sawit berdampak nyata, termasuk di sektor pendidikan,” kata dia.
Menurut Aris, dukungan ke kampus menjadi salah satu cara mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi untuk pembangunan berkelanjutan.
Kepala Biro AUKK Universitas Nahdlatul Ulama Kailmantan Barat, Zikal Okta Satria mengapresiasi bantuan tersebut guna mempercepat pembangunan infrastruktur kampus yang selama ini terkendala.
Dukungan material dinilai lebih tepat sasaran karena langsung menjawab kebutuhan fisik kampus.
Kolaborasi ini membuka ruang kerja sama lanjutan antara industri sawit dan institusi pendidikan, di tengah tuntutan peningkatan kualitas SDM di daerah penghasil komoditas.

