KETAPANG – Program budidaya babi di Desa Periangan ditargetkan menjadi mesin ekonomi warga, bukan sekadar proyek seremonial.
Pemerintah desa dan kecamatan meminta pendampingan dilakukan secara serius agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Program ini difasilitasi PT Bangun Nusa Mandiri (BNM), unit usaha dari Sinar Mas Agribusiness and Food, melalui skema pemberdayaan masyarakat.
Kelompok budidaya babi unggul Desa Periangan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas teknis sekaligus memperkuat usaha mereka.
Kepala Desa Periangan, Paskalis Dedi Diardi, mengatakan program tersebut diharapkan mampu mengubah cara pandang warga terhadap ternak babi sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
“Kami berharap program ini berhasil dan dapat membuka pola pikir masyarakat untuk melihat budidaya babi sebagai peluang peningkatan ekonomi keluarga,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Camat Jelai Hulu, Seth Arel, menegaskan keberhasilan program sangat bergantung pada pendampingan berkelanjutan.
Ia menyoroti pentingnya penerapan sistem pemeliharaan yang benar, manajemen pakan yang tepat, serta kebersihan kandang.
Menurutnya, tanpa pengelolaan yang baik, usaha ternak sulit berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Karena itu, monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai target.
Melalui pendampingan yang terstruktur, program budidaya babi ini ditargetkan mampu memberikan tambahan pendapatan bagi anggota kelompok dan memperkuat ekonomi desa secara bertahap.
"Jika berhasil, pola pemberdayaan serupa akan diperluas ke wilayah lain," tutupnya. (zan)




