JAKARTA - PT Astra Agro Lestari Tbk mencatat laba bersih Rp373 miliar pada kuartal I 2026, naik 34,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba ini ditopang pertumbuhan pendapatan sebesar 6,8 persen secara tahunan menjadi Rp7,5 triliun.
Kinerja emiten perkebunan sawit berkode AALI itu ditopang efisiensi operasional dan pengendalian biaya di seluruh lini bisnis.
Perusahaan juga berhasil meningkatkan margin laba bersih atau net profit margin menjadi 5 persen, dari sebelumnya 3,9 persen pada kuartal I 2025.
Direktur Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo, mengatakan pertumbuhan kinerja perusahaan ditopang konsistensi strategi efisiensi yang dijalankan perseroan.
“Kinerja ini didukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan fokus perusahaan dalam menjaga efektivitas operasional,” kata Tingning dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Selain efisiensi, pertumbuhan juga didorong kenaikan volume penjualan. Penjualan crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya naik 6,3 persen secara tahunan. Sementara penjualan kernel dan produk derivatif meningkat 9,8 persen.
Astra Agro menilai prospek harga CPO sepanjang 2026 masih cukup positif seiring permintaan pasar yang relatif stabil.
Meski demikian, perusahaan mewaspadai tantangan eksternal seperti faktor cuaca, usia tanaman, volatilitas harga CPO, hingga dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi produksi dan kinerja.
Untuk menjaga pertumbuhan hingga akhir tahun, perseroan menyiapkan strategi berbasis efisiensi biaya dan perencanaan operasional yang lebih terukur.
Langkah itu ditempuh untuk mempertahankan daya saing biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas operasional di tengah tekanan pasar global.

