KALBAR — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Barat sepanjang Januari–Mei 2026 dinilai masih dalam kondisi normal meski mengalami fluktuasi.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalbar menyebut pergerakan harga masih mengikuti mekanisme pasar dan belum menunjukkan gejolak yang tidak wajar.
Ketua GAPKI Kalimantan Barat, Aris Supratman, mengatakan harga TBS tahun ini justru lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Jika mencermati perkembangan harga TBS sejak awal tahun hingga Mei 2026, fluktuasi yang terjadi masih dalam batas wajar. Secara umum juga lebih baik dibanding tahun lalu,” kata Aris.
Data Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Kalimantan Barat mencatat harga TBS sempat berada di Rp2.936,45 per kilogram pada Januari 2026. Harga kemudian naik hingga Rp3.576,42 per kilogram pada April, sebelum turun ke Rp3.441,35 per kilogram pada Mei 2026.
GAPKI menyebut pergerakan harga sawit di Kalbar sangat dipengaruhi pasar global. Komoditas ini berorientasi ekspor sehingga dipengaruhi harga minyak nabati dunia, kondisi ekonomi global, dan kebijakan perdagangan negara tujuan ekspor.
“Faktor global masih dominan. Namun ekspor masih normal, permintaan dari India dan Tiongkok juga relatif terjaga,” ujar Aris. (zan)

