JAKARTA - Dari Rejosari menuju Malaysia, ratusan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) digembleng langsung di kebun sawit, belajar dari tanah, batang, hingga tandan.
PTPN IV menjadikan kebun sebagai “kelas hidup” agar para pekerja tak gagap saat tiba di perkebunan modern negeri seberang.
Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV menyiapkan Kebun Rejosari di Regional VII sebagai pusat pelatihan budi daya sawit bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kompetensi teknis peserta sebelum bekerja di industri perkebunan modern, terutama di Malaysia.
Direktur Utama PTPN IV, Jatmiko K. Santosa, mengatakan penetapan Kebun Rejosari sebagai lokasi praktik lapangan merupakan keputusan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung.
“Pelatihan ini diikuti ratusan calon PMI yang dipersiapkan bekerja di perkebunan kelapa sawit di Malaysia,” ujar Jatmiko dalam keterangan di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Materi pelatihan mencakup seluruh rantai budi daya, mulai dari perbenihan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemupukan, hingga teknik panen dan pengelolaan hasil.
Seluruh sesi digelar dalam bentuk praktik langsung agar peserta memahami standar operasional di perkebunan skala besar.
Menurut Jatmiko, penyediaan kebun sebagai laboratorium lapangan merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung penyiapan tenaga kerja terampil yang relevan dengan kebutuhan industri sawit global.
“Kami berharap pengetahuan dasar yang diperoleh di Rejosari membuat peserta lebih cepat beradaptasi saat bertugas di negara tujuan,” katanya.
Widyaiswara Bapeltan Lampung, Suhadi Saptoyo, menambahkan bahwa praktik lapangan memberi nilai tambah karena sektor perkebunan luar negeri menuntut keterampilan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Peserta melihat langsung cara kerja di lapangan, termasuk standar keselamatan dan prosedur operasional,” ujarnya.
BP3MI menilai pelatihan ini penting mengingat meningkatnya permintaan tenaga kerja perkebunan di Malaysia dan negara lain yang bergantung pada pekerja asing.
Kolaborasi antara PTPN IV, BP3MI, dan Bapeltan diharapkan berlanjut untuk memastikan ketersediaan SDM yang kompeten dan siap bersaing di sektor perkebunan internasional. (zan)




