KALBAR — Bantuan air bersih dan peralatan pemadam dari PT Agrolestari Mandiri, anak perusahaan perkebunan Sinar Mas menjadi penopang warga di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, menghadapi kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Bantuan itu tidak hanya berupa peralatan pemadam, tetapi juga fasilitas sumber air dan distribusi air bersih ke sejumlah fasilitas umum.
Di Dusun Muara Kayung, Desa Sungai Kelik, perusahaan menyerahkan satu set mesin pemadam yang terdiri atas satu mesin pemadam ringan, satu selang hisap, tiga selang pemadam dan satu nozel.
Peralatan tersebut disiapkan untuk penanganan awal jika api muncul di sekitar permukiman maupun lahan.
Kepala Desa Sungai Kelik, Rabuansyah, mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat karena memperkuat kesiapan menghadapi Karhutla.
“Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kami,” kata Rabuansyah.
Kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian. Dusun Sebuak, Desa Nanga Tayap, mendapat mesin penunjang air bersih lengkap dengan selang hisap.
Sementara warga Desa Lembah Hijau 1 memperoleh fasilitas sumur bor dan mesin penggerak. Air bersih juga didistribusikan secara rutin ke fasilitas umum di Desa Nanga Tayap, Lembah Hijau 1 dan 2, serta Desa Sungai Kelik.
Kepala Desa Lembah Hijau 1, Sabran, mengatakan keberadaan sumur bor dan distribusi air bersih menjawab kebutuhan warga alami dampak kemarau.
Menurut dia, sumur bor memberikan solusi yang lebih permanen karena warga memiliki sumber air yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
“Bantuan pembuatan sumur bor, mesin penggerak, serta distribusi air bersih menjadi jawaban atas kebutuhan dasar yang selama ini dinanti warga,” ujar Sabran.
Bagi warga Nanga Tayap, bantuan tersebut memiliki dua fungsi penting: menyediakan air untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi ancaman Karhutla.
Sabran berharap dukungan terhadap kebutuhan dasar dan kesiapsiagaan bencana di wilayah Nanga Tayap dapat terus berlanjut. (zan)

