Beranda / Berita / CSR & Lingkungan / Taman Asuh di Tengah Kebun Saw...
CSR & Lingkungan

Taman Asuh di Tengah Kebun Sawit: Kolaborasi Negara dan Perusahaan Menuju SDM Unggul

28 Mei 2025
12 menit membaca
Admin SahabatSawit
Taman Asuh di Tengah Kebun Sawit: Kolaborasi Negara dan Perusahaan Menuju SDM Unggul

Peluncuran Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). FOTO: BKKBN

Bagikan:

KALTIM - Di tengah riuhnya tantangan penguatan SDM nasional dan ketimpangan gender di sektor informal, hadir satu solusi konkret dari tengah-tengah kebun sawit: Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).

Program ini menjadi wajah baru keberpihakan negara terhadap pekerja perempuan, sekaligus bukti bahwa industri sawit bisa menjadi lokus inovasi sosial dan kemanusiaan.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji, pada peluncuran program Tamasya di Kutai Timur, Kalimantan Timur, menegaskan pentingnya perlindungan bagi anak-anak para pekerja kebun sawit, terutama ibu-ibu yang kerap dihadapkan pada pilihan sulit antara bekerja atau mengasuh anak.

“Kadang gara-gara anak, ibu-ibu ini berhenti bekerja. Tamasya hadir untuk memastikan negara tidak abai,” katanya, Selasa (28/5).

Program yang dikembangkan bersama PT Dharma Satya Nusantara (DSN) ini menjadi contoh konkret peran perusahaan dalam mendukung kesejahteraan keluarga pekerja, tanpa melepas tanggung jawab negara.

Dengan 91 titik layanan yang telah menjangkau lebih dari 1.800 anak, Tamasya tidak hanya sekadar tempat penitipan anak—ia adalah investasi jangka panjang bagi kualitas SDM Indonesia.

Wihaji menambahkan, menyelamatkan satu anak berarti menyelamatkan satu generasi. Ia membayangkan bahwa dari anak-anak yang kini diasuh di Tamasya, bisa saja lahir pemimpin masa depan, entah itu bupati, gubernur, bahkan tokoh nasional.

Program ini juga memperkuat pesan bahwa perusahaan sawit bukan sekadar entitas ekonomi, tetapi bisa menjadi bagian aktif dalam pembangunan sosial. Perhatian terhadap kesejahteraan keluarga pekerja akan berimbas pada produktivitas dan loyalitas, menjadikannya model win-win solution.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama istri, serta Wakil Ketua TP PKK Kaltim Wahyu Hermaningsih, juga dikukuhkan sebagai Duta Tamasya, menandai komitmen pemerintah daerah untuk memperluas replikasi program ini ke wilayah lain yang memiliki populasi pekerja sawit signifikan.

Tamasya membuktikan bahwa pengasuhan anak bukan hanya urusan domestik, melainkan isu strategis nasional. Ketika negara dan dunia usaha bertemu dalam satu kepedulian, hasilnya bukan hanya fasilitas baru, tetapi harapan besar bagi masa depan.

Jika satu anak dari kebun sawit bisa tumbuh optimal, maka satu generasi Indonesia juga bisa bangkit lebih kuat. Dan semua itu dimulai dari taman kecil bernama Tamasya. (zan)

Tag:

Taman Asuh Sayang AnakMendukbanggaBupati Kutai Timur Ardiansyah SulaimanPT Dharma Satya NusantaraTamasya