PONTIANAK - Kalimantan Barat mendadak jadi pusat perhatian dunia sawit. Dari Pontianak, industri emas hijau ini dikupas habis lewat Borneo Forum ke-8, ajang tahunan yang digelar GAPKI untuk membahas masa depan sawit: dari tantangan global hingga harapan rakyat di tanah Borneo.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono menegaskan forum ini bukan sekadar pertemuan, melainkan wadah strategis bagi pelaku industri sawit Kalimantan untuk menyampaikan masukan langsung kepada pemerintah.
“Setiap tahun kita adakan, dan tahun ini Kalbar jadi tuan rumah. Dari sini kita ingin memberi gambaran, tantangan apa yang sedang dihadapi, dan dukungan apa yang bisa diberikan pemerintah,” jelas Eddy di Pontianak, Kamis (21/8/2025).
Dukungan penuh datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero menilai forum ini sebagai etalase penting untuk menunjukkan peran besar industri sawit Kalbar.
“Kami sangat mengapresiasi Borneo Forum ke-8 ini. Kami siap mendampingi bila ada hal-hal yang perlu dikolaborasikan lebih lanjut,” tegas Hero.
Senada, CH Lumano, Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi Pemprov Kalbar, yang hadir mewakili Gubernur, menegaskan bahwa forum ini diharapkan membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
“Semoga forum ini bisa memperkuat pengelolaan sawit berkelanjutan di Kalbar, yang pada akhirnya akan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Lumano juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, dari kementerian hingga pelaku usaha, demi sawit yang inklusif dan ramah lingkungan. (zan)

