PEKANBARU, – Sedikitnya 700 pelaku industri sawit dari seluruh Sumatera berkumpul di Pekanbaru dalam Andalas Forum V yang digagas Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).
Forum strategis ini menjadi penegasan komitmen industri sawit Indonesia untuk menghadapi gempuran tantangan domestik dan global demi terwujudnya sawit berkelanjutan.
Forum yang berlangsung dua hari (22-23 Mei 2025) ini mengusung tema “Hambatan, Tantangan, dan Sinergi dalam Pengelolaan Industri Kelapa Sawit Indonesia yang Berkelanjutan”.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menekankan relevansi tema tersebut di tengah dinamika industri saat ini.
"Industri sawit kita sedang dihadapkan pada berbagai rintangan, baik dari dalam negeri maupun tekanan global yang tidak mudah," ujar Eddy.
Ia juga menegaskan pentingnya peran industri sawit dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Eddy Martono menyoroti dukungan krusial pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan industri sawit, mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap pendapatan negara, kesejahteraan petani, dan penyerapan tenaga kerja.
Ia mengungkapkan bahwa industri sawit mampu bertahan di tengah badai penurunan ekonomi dan gelombang PHK pada tahun 2021 dan 2022.
Oleh karena itu, menjaga keberlanjutan dan daya saing industri kelapa sawit di Indonesia menjadi prioritas utama.
Senada dengan Eddy, Ketua Panitia Forum V, Dede Putra Kurniawan, menjelaskan bahwa forum ini dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan zaman.
"Kegiatan ini tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga secara serius menyoroti isu lingkungan yang kini menjadi perhatian utama dalam praktik industri," kata Dede.
Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan mempererat sinergi antar pelaku usaha demi terwujudnya industri sawit yang ramah lingkungan. (zan)

