KALTENG - Langkah besar dilakukan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah.
Para anggotanya menyatakan komitmen penuh mendukung program Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam meningkatkan pendapatan daerah, sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal.
Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang, dalam pertemuan dengan Gubernur di Palangka Raya.
“Kehadiran investasi sawit di Kalteng tidak sekadar mencari keuntungan, tapi ingin mendorong kemajuan pembangunan daerah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat roda perekonomian,” kata Rawing.
Sebagai mantan Kepala Dinas Perkebunan, Rawing paham betul bahwa keberhasilan pembangunan daerah tak lepas dari sinergi lintas sektor.
Karena itu, GAPKI mendorong adanya koordinasi yang lebih intens dan harmonis antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.
“Jika kebijakan strategis disusun dengan koordinasi yang baik, maka dampaknya terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat akan lebih terasa nyata,” ujarnya.
Gubernur Agustiar Sabran menyambut baik masukan tersebut. Ia menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam menopang struktur ekonomi daerah, dan mendorong komunikasi yang responsif agar kebijakan yang diambil benar-benar inklusif dan berdampak langsung.
Pertemuan ini, menurut Rawing, menjadi titik awal memperkuat relasi strategis antara pemerintah dan industri sawit—industri yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Kalimantan Tengah.
Komitmen GAPKI Kalteng untuk menjadi mitra aktif pembangunan daerah memberi sinyal kuat bahwa masa depan ekonomi Kalimantan Tengah akan dibentuk lewat pendekatan kolaboratif.
Bagi pengusaha sawit, pemerintah daerah, dan para petani, momentum ini adalah kesempatan membangun ekosistem yang lebih seimbang: produktif secara ekonomi, responsif terhadap sosial, dan berkelanjutan secara politik anggaran. (zan)

