KALBAR - Singkawang berpeluang menjadi pusat riset pertanian dan teknologi di Kalimantan Barat setelah investor dari Tiongkok menyatakan komitmennya membangun laboratorium penelitian untuk mendukung pengembangan sektor pertanian, pangan, peternakan, hingga pengelolaan sumber daya air.
Rencana investasi ini diharapkan memperkuat hilirisasi hasil riset sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian daerah.
Perwakilan Aliansi Sains dan Teknologi Universitas Pertanian Tiongkok, Mr Jay mengayakan, komitmen tersebut datang dari Aliansi Sains dan Teknologi Universitas Pertanian Tiongkok yang tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Singkawang.
Fokus investasi tidak hanya membangun fasilitas penelitian, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian.
Jika terealisasi, laboratorium riset itu akan menjadi pusat penelitian berbagai komoditas unggulan Kalimantan Barat.
Hasil penelitian diharapkan mampu menjawab persoalan produktivitas, ketahanan pangan, pengembangan peternakan, hingga pengelolaan sumber daya air yang selama ini menjadi tantangan di daerah.
Rencana tersebut juga membuka peluang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan petani.
Melalui kerja sama itu, inovasi teknologi pertanian diharapkan dapat diterapkan langsung di lapangan sehingga memberikan nilai tambah bagi sektor agribisnis Kalimantan Barat.
Selain memperkuat sektor pertanian, investasi ini dinilai berpotensi menarik investasi lanjutan di bidang industri pengolahan hasil pertanian dan pangan.
Kehadiran pusat riset juga diproyeksikan meningkatkan daya saing Singkawang sebagai kawasan pengembangan teknologi pertanian di wilayah barat Pulau Kalimantan. (git)

