PONTIANAK – Kalau biasanya kelapa sawit cuma dikenal lewat minyaknya, Aspekpir Kalimantan Barat bikin gebrakan.
Di ajang Borneo Forum ke-8 digelar GAPKI Kalbar didukung BPDP pada ajang pameran, stand milik Aspekpir Indonesia tampil beda.
Kali ini mereka pamer produk inovatif berbasis sawit yang bikin pengunjung tercengang.
Dari amplang umbut sawit, dodol, jelly, keripik jamur sawit, sampai pupuk organik dari tandan kosong—semua ada.
Dari Camilan hingga Sabun
Mei Irmoko, Ketua Bidang Advokasi, Humas, dan Promosi Aspekpir Kalbar, menjelaskan bahwa inovasi ini adalah bukti kalau sawit bukan cuma soal CPO.
“Kami ingin tunjukkan kalau umbut, tandan, sampai lidi sawit bisa kita manfaatkan. Jadi tidak ada yang terbuang,” ujarnya.
Produk camilan jadi daya tarik utama: amplang dari umbut sawit yang diolah menjadi tepung powder, dodol umbut sawit, hingga jelly sawit.
Tak ketinggalan keripik dari jamur sawit dan keripik umbut sawit yang bikin penasaran.
Limbah sawit pun disulap jadi produk bernilai. Tandan kosong, pelepah, dan daun sawit difermentasi menjadi pupuk organik cair.
Sementara lidi sawit, yang biasanya terbuang saat panen, diubah jadi aneka kerajinan tangan seperti piring dan keranjang kecil.
Di bidang kebersihan dan kesehatan, Aspekpir menghadirkan produk sabun cuci piring, deterjen, sabun mandi, bahkan hand sanitizer dengan pelembut berbasis sawit.
Bina Petani dengan Inovasi Herbal
Aspekpir Indonesia juga membina petani lokal Kalbar lewat komoditas unik.
Misalnya, kunyit langka beraroma mangga yang semakin diminati, serta pemanfaatan daun sangsang sebagai alternatif herbal pengganti MSG.
Melalui Borneo Forum ke-8, Aspekpir Indonesia ingin membuktikan bahwa sawit bisa jauh lebih luas manfaatnya daripada sekadar minyak goreng atau biodiesel.
Dari meja makan sampai produk kebersihan rumah, bahkan kerajinan tangan—sawit Kalbar bisa serba bisa.
“Atas nama Aspekpir Indonesia, kami bangga bisa menghadirkan karya UMKM sawit Kalbar di forum ini. Sampai jumpa di inovasi sawit berikutnya,” tutup Mei Irmoko. (zan)
Kebijakan
Umbut Jadi Amplang, Lidi Jadi Kerajinan: Aspekpir Kalbar Bikin Sawit Makin Gaul di Borneo Forum 8
23 Agustus 2025
10 menit membaca
Admin SahabatSawit

Mei Irmoko, Ketua Bidang Advokasi, Humas, dan Promosi Aspekpir Kalbar. FOTO: FAUZAN/SAHABAT SAWIT
Bagikan:
Tag:
Aspekpir Kalimantan Barat Aspekpir Indonesia GAPKIGAPKI KalbarGAPKI KaltengGAPKI KaltimGAPKI KalselGAPKI KaltaraMei Irmoko
Berita Terkait
1
B50 Pangkas Impor Minyak 300 Ribu Barel per Hari, Pemerintah Klaim Hemat Devisa
Kebijakan
22 Juli 2026
2
Mendag Pastikan IEAEU FTA Dorong Ekspor Sawit, Tekstil, dan Kopi ke Eurasia
Kebijakan
22 Juli 2026
3
4
Produksi, Konsumsi, dan Ekspor Sawit Indonesia Meningkat pada April 2026
Kebijakan
30 Juni 2026
5
Riset IPB: Sawit Hemat Air dan Produksi Oksigen Mendekati Hutan Tropis
Kebijakan
29 Juni 2026
6
GAPKI Beberkan Tiga Modus Under Invoicing Perdagangan Sawit
Kebijakan
27 Juni 2026
7
Harga TBS Sawit Pulih, Amran Klaim 90 Persen Perusahaan Sudah Penyesuaian Harga
Kebijakan
26 Juni 2026
8
Harga TBS Sawit Pulih, Amran Klaim 90 Persen Perusahaan Sudah Penyesuaian Harga
Kebijakan
26 Juni 2026
9
Rakercab GAPKI Kalbar 2026 Perkuat Sinergi Sawit untuk Ketahanan Pangan dan Energi
Kebijakan
25 Juni 2026
10
DPR Dukung Amran, 274 Perusahaan Sawit Disorot karena Tekan Harga TBS Petani
Kebijakan
11 Juni 2026
