Beranda / Berita / Teknologi / Kolaborasi BPDP dan Mutu Insti...
Teknologi

Kolaborasi BPDP dan Mutu Institute Tingkatkan Kapasitas Petani Sawit Kaltim

Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan pasar global, peran petani sawit swadaya mulai bergeser. Tak lagi hanya sebagai penggarap, mereka kini didorong menjadi aktor utama dalam rantai pasok sawit berkelanjutan.

17 Juni 2025
10 menit membaca
Admin SahabatSawit
Kolaborasi BPDP dan Mutu Institute Tingkatkan Kapasitas Petani Sawit Kaltim

Para petani swadaya sawit Kaltim mengikuti pelatihan teknis budidaya kelapa sawit . FOTO HUMAS

Bagikan:

KALTIM - Kementerian Pertanian RI melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute) menggelar pelatihan teknis budidaya kelapa sawit bagi petani swadaya di Kalimantan Timur.

Salah satu peserta berasal dari Kabupaten Paser, wilayah dengan kontribusi sawit yang cukup signifikan.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, 16–20 Juni 2025 di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, diikuti oleh 128 petani yang terbagi dalam tiga angkatan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial petani agar mampu menerapkan praktik budidaya yang produktif, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap tantangan iklim maupun pasar.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, menekankan bahwa setiap petani yang mengikuti pelatihan ini adalah agen perubahan.

“Mari mulai dari kebun masing-masing. Sawit berkualitas dimulai dari petani yang berkualitas,” ujarnya.

Direktur Utama PT Forestcitra Sejahtera, Sumarna, menyebut pendekatan pelatihan ini berbeda dari biasanya.

Selain menyenangkan dan interaktif, materi disampaikan oleh para narasumber yang memahami kondisi riil di lapangan.

“Kami ingin peserta tidak hanya belajar, tapi juga menikmati prosesnya. Karena yang menyenangkan akan lebih mudah diterapkan,” katanya.

Puncak pelatihan berlangsung di lapangan, tepatnya di PT Alam Jaya Persada. Di sana peserta melakukan identifikasi langsung terhadap praktik budidaya sawit, menguji teori yang mereka peroleh selama sesi kelas.

Respons dari peserta pun positif. Banyak di antara mereka merasa termotivasi dan menyebut metode pelatihan kali ini jauh lebih membumi dan aplikatif dibanding program sebelumnya.

Transformasi petani sawit dari sekadar pekerja kebun menjadi agen perubahan bukan lagi wacana.

Lewat pelatihan berbasis kebutuhan riil dan pendekatan kolaboratif, petani diajak memegang peran penting dalam mewujudkan industri sawit yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan. Ini bukan hanya investasi pada pengetahuan, tapi pada masa depan sektor sawit Indonesia. (zan)

Tag:

PT Alam Jaya PersadaMutu InstituteBadan Pengelola Dana Perkebunan BPDPKabupaten Paser

Berita Terkait