JAKARTA — Pemerintah menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) periode Januari 2026 sebesar USD915,64 per metric ton (MT).
Angka ini turun USD10,51 atau 1,13 persen dibandingkan HR CPO Desember 2025 yang mencapai USD926,14/MT.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan penurunan HR CPO dipicu meningkatnya produksi, terutama dari Malaysia, yang tidak diimbangi kenaikan permintaan. Faktor lain adalah penguatan mata uang ringgit terhadap dolar AS.
Berdasarkan penetapan tersebut, pemerintah mengenakan Bea Keluar (BK) CPO sebesar USD74/MT untuk periode 1–31 Januari 2026. Sementara itu, Pungutan Ekspor (PE) CPO ditetapkan 10 persen dari HR atau sebesar USD91,56/MT.
Selain CPO, HR biji kakao Januari 2026 juga mengalami penurunan menjadi USD5.662,38/MT, turun 5,27 persen dari bulan sebelumnya.
Penurunan ini berdampak pada Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao yang ditetapkan sebesar USD5.296/MT, turun 5,49 persen.
Tommy menjelaskan, penurunan harga kakao dipengaruhi meningkatnya pasokan dari negara produsen utama di Afrika Barat akibat membaiknya kondisi cuaca, sementara permintaan tidak mengalami kenaikan signifikan.
Untuk periode Januari 2026, pemerintah menetapkan BK dan PE biji kakao masing-masing sebesar 7,5 persen.
Sementara itu, HPE produk kulit tidak mengalami perubahan, sedangkan harga patokan ekspor getah pinus naik USD27 atau 3,24 persen dibandingkan Desember 2025. (zan)




