JAKARTA- Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono menilai industri kelapa sawit nasional masih memegang peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Ia menyampaikan hal itu dalam podcast Sawit Indonesia.
Menurut Eddy, kontribusi sawit tidak hanya terlihat dari devisa ekspor, tetapi juga dari penyerapan tenaga kerja dan penggerak ekonomi daerah. Karena itu, keberlanjutan industri sawit perlu dijaga secara serius.
Eddy mengatakan, tantangan industri sawit semakin kompleks, terutama dari tekanan global terkait isu lingkungan dan keberlanjutan.
Ia menilai berbagai kampanye negatif terhadap sawit kerap tidak disertai data yang utuh.
“Industri sawit Indonesia terus berbenah dan menerapkan prinsip keberlanjutan,” kata Eddy dalam perbincangan tersebut.
Ia menekankan pentingnya peningkatan produktivitas kebun sebagai salah satu kunci menjaga daya saing sawit nasional.
Menurutnya, peningkatan produktivitas lebih relevan dibandingkan membuka lahan baru.
Selain itu, Eddy menyoroti pentingnya kepastian regulasi bagi pelaku usaha. Regulasi yang konsisten dinilai dapat mendorong investasi dan perbaikan tata kelola industri.
Eddy juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan industri sawit. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Ia menilai edukasi publik menjadi bagian penting dalam memperbaiki persepsi terhadap sawit. Informasi berbasis data perlu disampaikan secara berkelanjutan kepada masyarakat.
Menurut Eddy, industri sawit tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan kebijakan dan pemahaman publik menjadi faktor penentu keberlanjutan jangka panjang.
Podcast Sawit Indonesia tersebut diharapkan menjadi ruang dialog untuk membahas sawit secara lebih objektif dan berimbang, sekaligus memperkuat literasi publik tentang peran strategis sawit bagi ekonomi nasional. (zan)




